Pemkab Bogor Siapkan Pengaturan Lalu Lintas Menuju TPPAS Lulut-Nambo

BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan rekayasa lalu lintas sebagai antisipasi dampak transportasi menuju Tempat Pengolahan dan Pemoresan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut-Nambo di Kecamatan Klapanunggal.

Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bogor, Trian Turangga, mengatakan TPPAS Lulut-Nambo dibangun untuk mengolah sampah menjadi sumber daya bernilai guna lewat konsep ekonomi sirkular.

Meski begitu, operasional berskala besar ini berpotensi memicu lonjakan lalu lintas hingga 500 ritase kendaraan sampah harian, yang menuntut strategi mitigasi transportasi secara matang.

“Beroperasi selama 16 jam sehari, rata-rata kedatangan armada diperkirakan mencapai 31 kendaraan per jam dan dapat memuncak hingga 60 kendaraan,” ujarnya pada Pembahasan Lanjutan Perubahan Status Jalan Akses TPPAS Regional Lulut Nambo menjadi Jalan Umum.

Terlebih, Trian Turangga melanjutkan, jalur tersebut harus berbagi peran dengan aktivitas pergudangan, potensi kemacetan dan dampak lalu lintas wajib diantisipasi sejak awal.

Sejumlah dampak transportasi yang diantisipasi meliputi penurunan tingkat pelayanan jalan (Level of Service), risiko antrean di gerbang masuk, hingga potensi kerusakan struktur perkerasan jalan akibat kendaraan beban berat

Untuk mengatasi potensi masalah tersebut, dia membeberkan, Pemkab Bogor menyusun langkah antisipasi terintegrasi, di antaranya, pengaturan lalu lintas digital dengan penerapan sistem pemesanan (booking) jadwal kedatangan armada untuk menghindari jam puncak pergudangan, didukung sistem RFID/e-ticketing hingga jembatan timbang otomatis (weigh in motion). ONE