Tour Malasari Halimun Salak Series II Sukses Dihelat

BOGOR – Bupati Bogor Cup 2026: Tour Malasari Halimun Salak Series II yang berlangsung pada 8-9 Agustus sukses digelar.

Antusiasme peserta sangat tinggi. Sebanyak 437 terlibat, terdiri dari 329 pembalap kategori roadbike dan 108 pembalap kategori mountain bike (MTB). Mereka berasal dari 78 kota/kabupaten di 18 provinsi, bahkan ada peserta dari Jepang.

Rangkaian Bupati Bogor Cup 2026: Tour Malasari Halimun Salak Series II dimulai Sabtu, (8/8/2026) dengan mempertandingkan nomor Kriterium. Selanjutnya pada Minggu, (9/8/2026), kompetisi berlanjut untuk nomor Individual Road Race (IRR) dan Mountain Bike (MTB).

Untuk nomor Individual Road Race (IRR), pelepasan dipusatkan di depan Laga Tangkas, Stadion Pakansari.

Berbeda dengan skema series pertama, para pembalap menerapkan sistem flying start sehingga rombongan terus bergerak beriringan hingga titik pelepasan.

Kategori yang diberangkatkan dari Stadion Gelora Pakansari meliputi Men Youth, Men Junior, Men Master, Women Open, dan Men Elite dengan rute menuju Nanggung hingga finis di Lapangan Citalahab, Desa Malasari.

Sementara itu, titik start dari Kecamatan Nanggung diperuntukkan bagi kategori RB Men Pra-Youth, RB Women Youth, MTB Men Open, MTB Men Junior Open, MTB Men Master, MTB Women U21, dan MTB Rookie.

Ketua KONI Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan mengatakan, penyelenggaraan Bupati Cup 2026  Tour Malasari Halimun Salak Series II terselenggara berkat kolaborasi antara Pemkab Bogor, KONI Bogor, dan Indonesia Cycling Federation (ICF) Kabupaten Bogor.

Merupakan ajang untuk menyemarakan perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Bupati Bogor Cup 2026 Tour Malasari Halimun Salak Seri Kedua merupakan bagian dari pengembangan sport tourism sekaligus rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Arif.

Menurutnya, olahraga memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar kompetisi untuk menentukan pemenang. Olahraga dapat menjadi sarana membangun karakter, menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong, serta mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.

Dalam sebuah kompetisi tentu ada yang menang dan ada yang kalah. Itu merupakan hal yang biasa. Tetapi yang paling utama adalah menjunjung tinggi sportivitas, menghormati lawan, dan memberikan yang terbaik,” katanya.

Ia menjelaskan, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga menjadi kesempatan bagi Kabupaten Bogor untuk menunjukkan berbagai potensi yang dimiliki, khususnya kekayaan alam dan destinasi wisata di wilayah Bogor Barat.

Ia juga menyebut Desa Malasari menjadi salah satu kawasan yang memiliki potensi wisata luar biasa, namun belum banyak dikenal masyarakat luas.

Melalui event olahraga ini, para peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara dapat sekaligus menikmati keindahan alam Kabupaten Bogor.

“Pemerintah Kabupaten Bogor ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan seni dan budaya, sumber daya alam yang melimpah, serta keindahan alam yang luar biasa. Salah satunya ada di Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Arif menuturkan, ingin memperkenalkan bahwa Bogor Barat memiliki potensi wisata yang luar biasa, dengan udara yang sejuk dan bentang alam yang indah. Tidak kalah dengan kawasan Puncak yang selama ini lebih dikenal masyarakat.

Lebih lanjut, penyelenggaraan Bupati Cup 2026 diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar, khususnya masyarakat Desa Malasari dan wilayah sekitarnya.

Kehadiran peserta dan wisatawan dalam event olahraga akan menciptakan pergerakan ekonomi di tengah masyarakat, termasuk bagi pelaku UMKM dan sektor usaha lainnya.

“Ketika ada kegiatan dan kunjungan masyarakat yang semakin ramai, maka akan muncul pergerakan ekonomi. UMKM tumbuh, usaha masyarakat bergerak, sektor pariwisata berkembang, dan pada akhirnya masyarakat setempat dapat merasakan manfaat langsung,” ungkapnya.

Arif menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus mendukung berbagai kegiatan olahraga yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, pengembangan olahraga harus berjalan beriringan dengan pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. GHI