BOGOR, – Dampak musim kemarau menyebabkan krisis air bersih terus meluas. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat, sebanyak 34 desa tersebar di 15 kecamatan terdampak per 16 Juli 2026.
Padahal dua hari sebelunya kekeringan yang berdampak pada krisis air bersih melanda 26 desa di 13 kecamatan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Muhammad Adam Hamdani menjelaskan, selama periode 10 Juni hingga 16 Juli, total sudah 382.000 liter air bersih telah didistribusikan ke 83 titik lokasi yang tersebar di 34 desa dari 15 kecamatan terdampak.
“Pendistribusian air bersih ini menjangkau 47.699 jiwa yang membutuhkan,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Muhammad Adam Hamdani.
Adapun wilayah paling banyak mengalami kekeringan adalah Kecamatan Rancabungur, ada enam desa yang terdampak,” jelasnya
Muhammad Adam Hamdani mengatakan telah mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah krisis air bersih.
“Sinergi dan pergerakan cepat Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bogor di lapangan terus dioptimalkan demi mengatasi krisis air bersih ini. Hubungi Bogor Siaga 112 atau Call Center BPBD 081210109002 jika terdapat wilayah membutuhkan penanganan darurat air bersih,” ucapnya. ONE












