Muhammad Rusdi menjadi nakhoda baru Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Kabupaten Bogor masa bakti 2026-2030, menggantikan ketua sebelumnya Dedi Budi Sumardi alias Debus.
Kepala SMPN 3 Gunung Putri tersebut, terpilih aklamasi hasil sidang paripurna MKKS SMPN Kabupaten Bogor yang diselenggarakan di New Ayuda Hotel, Jalan Raya Puncak, Megamendung, Kamis, 6 Agustus 2026.
Jumlah hak suara dalam pemilihan sebanyak 78 kepala sekolah dari total 94 SMP negeri di Kabupaten Bogor. Adapun 16 sekolah tidak bisa memberikan suara karena kepala sekolahnya dijabat pelaksana tugas (Plt).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy mengatakan, MKKS SMPN memiliki peran strategis sebagai mitra Disdik dalam meningkatkan kualitas tata kelola sekolah.
Karena itu, dia berharap agar kepengurusan MKKS SMPN Kabupaten Bogor yang baru mampu menjadi wadah kolaborasi dan komunikasi antar kepala sekolah dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan yang terus berkembang.
Selain itu, Rusliandy menambahkan, diharapkan pengurus baru dapat membawa perubahan yang lebih baik, menjembatani berbagai persoalan yang terjadi di satuan pendidikan, serta menghadirkan solusi yang konstruktif bagi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bogor.
“Kepengurusan MKKS SMPN Kabupaten Bogor yang baru mampu juga harus merangkul seluruh kepala sekolah dan mendorong lahirnya berbagai inovasi pendidikan.
Ketua MKKS SMPN Kabupaten Bogor masa bakti 2026-2030, Muhammad Rusdi menjelaskan, sesuai dengan tata tertib (tatib) organisasi dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) bahwa yang dilaksanakan sekarang hanya memilih ketua baru.
Setelah itu, ketua terpilih memiliki waktu 1-2 minggu ke depan bersama dengan tim formatur untuk membentuk kepengurusan. “Seperti itu agenda yang terdekatnya,” tutur Muhammad Rusdi.
Sedangkan untuk visi dan misi, ia melanjutkan, MKKS SMPN sebagai wadah kolaborasi kepala sekolah akan lebih profesional, inovatif, adaptif terhadap pembelajaran di sekolah.
“Karena memang fungsi kami (kepala sekolah) di sekolah itu sebenarnya lebih kepada penjamin mutu pendidikan, dibanding ketika memang harus mengurusi permasalahan keuangan,” ujarnya.
Menurutnya, permasalahan keuangan memang bagian tugas dari kepala sekolah, tapi itu sebagian kecil.
Namun nyawanya kepala sekolah itu harusnya lebih fokus kepada pembelajaran di sekolah, sehingga dengan demikian kualitas pembelajaran secara masif dan bisa lebih baik lagi.
“Mungkin itu yang nanti ke depan kita fokus ke arah sana (pembelajaran di sekolah),” kata dia
Sementara itu, Ketua MKKS SMPN Kabupaten Bogor periode 2022-2026, Dedi Budi Sumardi menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerjasama, baik secara organisasi maupun secara personal selama menjadi ketua.
“Saya berharap ketua baru dan pengurusnya bisa melanjutkan program-program yang terdahulu dan juga program-program yang terbaik untuk kedepannya,” ucapnya.
Ia juga berharap MKKS SMPN Kabupaten Bogor periode 2026-2030 dapat menjalin kerjasama disegala lini, baik dengan SKPD maupun dengan pemerintahan-pemerintahan yang lain. GHI









