BOGOR – Lima ruang kelas SDN Pasir Angin 02 di Jalan Pasir Angin Datar, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, terbakar pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.44 WIB dini hari diduga disebabkan korsleting listrik dari salah satu rumah warga yang kemudian api merembet ke bangunan sekolah yang jaraknya memang berdekatan.
Kepala Seksi Pembangunan SD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Budi Mulyawan mengatakan, kebakaran berdampak pada kerusakan lima ruang belajar SDN Pasir Angin 02.
Tiga ruang kelas yang berada di lantai atas mengalami kerusakan kategori berat. Atap genteng, plafon, mebeler, papan tulis (white board), lemari, dan perabotan lainnya rusak terbakar.
Kemudian dua ruang kelas di lantai bawah berdasarkan hasil asemen rusak ringan. Kusen dan kaca jendela bagian samping pecah akibat rambatan panas.
Budi Mulyawan menjelaskan, SDN Pasir Angin 02 secara keseluruhan memiliki 9 ruang kelas dengan 7 rombongan belajar atau rombel dari sebanyak 237 siswa.
Karena tiga ruang kelas di lantai atas yang biasanya digunakan untuk menggelar kegiatan belajar mengajar murid kelas 4, 5, serta 6 terbakar dan rusak berat, maka KBM akan dialihkan ke dua ruang kelas yang berada di bawah.
“Untuk tiga ruang kelas yang terbakar dan rusak berat sudah tidak dapat digunakan, sehingga KBM dialihkan ke dua ruang kelas yang ada di bawah,” terangnya usai mengecek kondisi SDN Pasir Angin 02 bersama Kasi Sarpras SD Disdik Kabupaten Bogor.

Masih kata Budi Mulyawan, pihaknya bersama pihak sekolah, kecamatan, desa, babinsa, bhabinmas, dan masyarakat telah mengevakuasi barang-barang yang masih dapat digunakan agar proses belajar mengajar tidak terganggu.
“Mebeler maupun perangkat belajar yang masih bisa digunakan untuk menyelenggarakan KBM dipindahkan ke ruang kelas kosong yang sebelumnya difungsikan sebagai mushola dan gudang, untuk digunakan sebagai ruang belajar sementara,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa mengungkap, kebakaran dilaporkan terjadi Sabtu dini hari dengan objek terbakar SDN Pasir Angin 02 dan rumah warga.
Dia menjelaskan, sumber api pertama kali diketahui warga yang melihat kobaran api di area sekolah. Kondisi bangunan yang berada di kawasan padat penduduk serta angin kencang membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.
“Kobaran api menghanguskan sejumlah bagian bangunan sekolah,” ucapnya.
Yudi Santosa nenyampaikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Enam armada kebakaran dikerahkan. Adapun pemadaman memakan waktu lebih dari tiga jam,” tandasnya. ONE












