Desa Gunung Putri Menuju Juara Desa Berpestasi

BOGOR – Desa Gunung Putri,.Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, beberapa tahap menyandang predikat sebagai Desa dan Kelurahan Berprestasi Tahun 2026.

Bersama Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Desa Gunung Putri menjadi duta Jawa Barat pada lomba yang diadakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Keduanya telah masuk tahapan pemaparan dan wawancara yang dilaksanakan secara virtual setelah melewati seleksi administrasi tingkat nasional. Pada tahap ini Desa Gunung Putri memaparkan profil, potensi, program unggulan, serta inovasi yang dikembangkan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat.

Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri mengatakan, desanya erpilih sebagai pinunjul katilu atau desa terbaik ketiga di Jawa Barat yang kemudian mewakili Jabar dalam penilaian Desa/Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026.

“Seleksi dilakukan secara berjenjang mulai tingkat kecamatan dan kabupaten hingga tingkat provinsi yang melibatkan 5.311 desa di Jabar,” ujarnya

Daman Huri menerangkan, Desa Gunung Putri erus membangun kemandirian melalui pengembangan inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Dengan luas wilayah 2,99 kilometer persegi dan jumlah penduduk mencapai 20.078 jiwa, Desa Gunung Putri mengusung konsep Smart Village untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Konsep tersebut diwujudkan melalui digitalisasi pemerintahan, pengelolaan keuangan secara nontunai, serta pengembangan Data Desa Presisi bersama IPB University.

Sejak 2019, sekitar 80 persen perangkat dan staf desa juga berasal dari generasi muda untuk mendukung percepatan pembangunan dan pelayanan.

Di bidang ekonomi, Desa Gunung Putri mengembangkan konsep segitiga emas yang meliputi Setu Gunung Putri, potensi gunung atau bukit, serta ketahanan pangan. Potensi tersebut dikembangkan melalui kolaborasi antara BUMDes, Gunung Putri Network (GPNet), koperasi desa, dan pelaku UMKM.

Sebanyak 17 UMKM telah naik kelas. Pada saat yang sama, Pendapatan Asli Desa (PADes) meningkat dari Rp15 juta pada 2021 menjadi Rp200 juta pada 2026.

“Pembangunan jangan hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi bagaimana pembangunan itu bisa menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Daman Huri.

Kemandirian desa juga diperkuat melalui inovasi di bidang keamanan, kebencanaan, dan lingkungan. Desa Gunung Putri memiliki 56 Linmas, 64 titik CCTV aktif selama 24 jam, smart pole untuk layanan kedaruratan, Desa Tangguh Bencana, serta Relawan Pemadam Kebakaran.

Di bidang lingkungan, terdapat 14 Kampung Ramah Lingkungan dan 24 unit bank sampah. Pemerintah desa juga mengembangkan pengolahan sampah organik menggunakan maggot atau Black Soldier Fly (BSF).

Berbagai program pemberdayaan masyarakat turut dikembangkan melalui pelatihan keterampilan, pengembangan UMKM, perpustakaan digital, Posyandu, pelestarian budaya, hingga program pengentasan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting.

Kepala Desa Gunung Putri menegaskan, pembangunan desa membutuhkan keberanian untuk berpikir out of the box, mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, serta memperkuat kolaborasi.

“Jalan dulu, nanti ketemu jalan. Jangan jadi Superman, tetapi harus menjadi super team,” tegasnya.

Melalui inovasi dan kolaborasi, Desa Gunung Putri terus membangun kemandirian dengan mengembangkan potensi lokal, memperkuat pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Berbagai inovasi Desa Gunung Putri juga telah mengantarkan desa tersebut meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional dan menjadi tujuan studi tiru bagi 2.902 desa dari 20 provinsi di Indonesia, serta kunjungan dari Malaysia dan Afghanistan.

“Ke depan, Desa Gunung Putri akan mengembangkan Kampung Urban Pajajaran sebagai kawasan tematik sekaligus destinasi wisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,’ tandasnya.

Pembangunan dimulai dari desa 

Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengungkap, pembangunan daerah harus berangkat dari kebutuhan masyarakat dan dimulai dari tingkat desa. Pembangunan tidak dapat hanya dilakukan melalui pendekatan intervensi dari atas ke bawah, tetapi harus melibatkan pemerintah desa dan masyarakat dalam menentukan program yang sesuai dengan kebutuhan wilayah.

“Program-program yang harus dibangun adalah program-program yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Program tersebut harus berangkat dari desa,” tuturnya.

Rudy Susmanto mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat pembangunan di tingkat desa melalui dukungan anggaran dan kebijakan.

Pada 2026, Pemkab Bogor telah merealisasikan bantuan keuangan infrastruktur sebesar Rp1,5 miliar untuk setiap desa. Bantuan tersebut diberikan di luar Dana Desa dan Bantuan Keuangan untuk Infrastruktur Desa (BHPRD).

“Desa Gunung Putri menjadi salah satu contoh bagaimana pembangunan desa dapat dilakukan melalui inovasi dan kolaborasi,” katanya.

Ia menilai berbagai program yang dikembangkan Desa Gunung Putri dapat menjadi inspirasi bagi desa lainnya, khususnya dalam membangun kemandirian dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

“Program-program yang ada di Desa Gunung Putri akan kami duplikasi menjadi program di 416 desa dan 19 kelurahan se-Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Rudy berharap keberhasilan Desa Gunung Putri dapat mendorong desa-desa lain untuk terus berinovasi dan menghadirkan pembangunan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Dari Bogor kita membangun bangsa Indonesia. Jaga Desa Gunung Putri, jaga Bogor, jaga Jawa Barat, jaga Indonesia,” tukasnya. ONE