BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pendidikan meninjau SDN Cadas Leueur di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, pada Rabu, 22 Juli 2026.
Hampir seluruh bangunan ruang belajar SDN Cadas Leeur rusak berat bertahun-tahun. Mereka pun memilih mencari aman dengan menyelenggarakan kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di halaman sekolah menggunakan tenda.
Kabid Sarpas Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Yanto Pradipta mengatakan, hasil asesmen di lapangan SDN Cadas Leeur selain memerlukan perbaikan atau rehabilitasi, juga membutuhkan penambahan ruang kelas baru (RKB).
“Jadi ada kita targetkan rehabilitasi tiga ruang kelas dari APBD sebesar Rp 400 juta, karena ini kategori rusak sedang. Makanya kita fokus melalukan perbaikan dan penyelamatan anak-anak sekolah untuk KBM terlebih dahulu,” ujarnya.
Selain perbaikan menggunakan APBD, pihaknya pun tengah berkoordinasi dengan salah satu perusahaan di wilayah tersebut untuk menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kita juga sekarang sedang berkoordinasi dengan PT Antam, untuk membantu rehabilitasi sarana prasarana lainnya, seperti toilet dan lainnya,” katanya.
Kepala SDN Cadas Leueur, Juhaeriyah mengatakan, kondisi infrastruktur sekolahnya mengalami kerusakan berat dan tidak layak digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan belajar dan mengajar.
”Hampir seluruh bangunan sekolah lapuk, sangat membahayakan. Bahkan sejumlah guru dan murid seringkali tertimpa material genteng serta plafon saat kegiatan belajar dan mengajar sedang berlangsung,” ujarnya.
Juhaeriyah berharap agar Bupati Bogor Rudy Susmanto segera turun tangan sebelum bangunan sekolah ambruk dan memakan korban jiwa.
”Setiap hari di jam sekolah dibuat merasa gak tenang was-was, makanya mulai Senin (kemarin) kami berinisiatif membuat tenda terpal untuk melaksanakan KBM,” ujarnya.
Menurutnya, KBM menggunakan terpal jauh lebih aman. Sebab, tidak ada yang bisa memprediksi bencana akan datang.
”Coba kalau gedung SDN Cadas Leueur kejadiannya di jam belajar, dan mengakibatkan adanya korban siapa yang akan bertanggungjawab jawab,” tegasnya.
Juhaeriyah menegaskan keselamatan peserta didik merupakan tanggung jawab dirinya, sehingga kegiatan KBM dilakukan menggunakan terpal agar para murid selamat dari bangunan ambruk.
”Kami sebagai kepala sekolah merasa bertanggung jawab terhadap keselamatan semua yang ada di lingkungan SDN Cadas Leueur. Kami tidak mau mengambil risiko kalau seandainya gedung SDN Cadas Leueur ambruk,” ucapnya.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil V, Nurodin mendesak Disdik Kabupaten Bogor untuk segera memperbaiki SDN Cadas Leueur.
“Menurut info dari Kadisdik untuk pembangunan gedung SDN Cadas Leueur insya Allah dapat revitalisasi dari anggaran APBN melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK). Jadi sudah diusulkan ke kementerian untuk revitalisasi, mudah mudahan tahun ini,” ujarnya.
Jaro Peloy, sapaan karib Nurodin, menegaskan akan mengawal secara tuntas perbaikan SDN Cadas Leueur. ACH






