BOGOR – Sungai di Kampung Sela, Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, yang terhubung dengan aliran Sungai Ciliwung penuh dengan sampah.
Warga setempat, M. Budi mengatakan, tumpukan sampah terlihat di sejumlah titik, terutama di wilayah RT 04/03. Kondisi tersebut salah satunya terlihat di depan SMK Al-Ikhlas.
“Tepatnya di depan SMK Al-Ikhlas, alirannya dari belakang Kantor Desa Jogjogan sampai ke Kampung Sela. Sekarang banyak sampah,” ujar Budi.
Menurut Budi, kondisi sungai semakin memprihatinkan karena terdapat peternakan ayam yang lokasinya berada persis di dekat aliran sungai.
Ia menilai, kondisi tersebut membuat aliran sungai terlihat kumuh. Padahal, kawasan tersebut merupakan salah satu wilayah wisata Puncak yang seharusnya dijaga kebersihannya.
“Tidak enak dilihatnya. Padahal ini kawasan Puncak, tapi sungainya banyak sampah,” keluhnya.
Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah III Ciawi pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor Hendry Iskandar mengaku, akan menerjunkan petugas untuk mengecek sekaligus menangani sampah di aliran Sungai Jogjogan.
Namun, Hendry menegaskan bahwa pengangkutan sampah oleh petugas DLH bukan menjadi solusi utama untuk mengatasi persoalan tersebut.
Menurutnya, masyarakat perlu dilibatkan dalam menjaga kebersihan lingkungan agar persoalan sampah tidak terus berulang.
“Masyarakat seharusnya digerakkan untuk operasi bersih. Kalau diangkut terus dengan DLH, tidak akan pernah selesai dan tidak ada efek jera,” tegas Hendry.
Ia juga meminta pemerintah desa setempat lebih peduli terhadap kondisi lingkungan, terlebih lokasi aliran sungai tersebut berada tidak jauh dari kantor Pemerintahan Desa Jogjogan.
Hendry mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan memasuki musim hujan. Tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai berpotensi memperparah genangan hingga banjir.
“Apalagi ada di lingkungan kantor desa. Sekarang lagi musim kemarau, warga harus siap-siap sebelum memasuki musim hujan terhadap potensi banjir,” tandasnya. GHI






