JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah perbaiki sarana dan prasarana sekolah melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026.
Anggaran senilai Rp26 triliun dialokasikan guna mendukung dan merealisasikan pelaksanaan program yang menjangkau 35.769 satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA di seluruh Indonesia dengan skema swakelola.
Sampai dengan Oktober 2026, Kemendikdasmen mencatat sebanyak 4.374 sekolah telah merampungkan proses pembangunan tersebut. Sampai saat ini penyaluran dana telah diterima oleh penerima manfaat sekitar Rp20 triliun.
Program revitalisasi tidak hanya mencakup perbaikan bangunan sekolah yang sudah ada, tetapi juga pembangunan unit sekolah baru (USB), yang terdiri atas 66 PAUD dan 28 SMA.
Pelaksanaan program di sejumlah daerah menunjukkan perkembangan yang beragam. Di Aceh, misalnya, ratusan sekolah telah menyelesaikan pembangunan. Sementara itu, di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan DKI Jakarta, pembangunan masih berlangsung di sejumlah satuan pendidikan.
Di Provinsi Aceh, program ini mencakup 2.891 satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA dengan total anggaran Rp2,5 triliun. Penyaluran dana telah mencapai sekitar Rp2,1 triliun atau 83 persen dari total anggaran.
Dari sisi pembangunan fisik, sebanyak 755 sekolah telah merampungkan pembangunan. Sebanyak 615 sekolah lainnya berada pada progres 70 hingga di bawah 100 persen, sedangkan 578 sekolah telah mencapai progres 50–70 persen.
Selanjutnya, program revitalisasi di NTT turut menjangkau 1.660 satuan pendidikan dengan dukungan anggaran Rp1,3 triliun. Penyaluran dana juga telah tersalur sekitar Rp1 triliun.
Dari sisi pembangunan fisik, sebanyak 205 sekolah berada pada progres 50–70 persen, program ini juga mencakup pembangunan enam PAUD dan satu SMA sebagai unit sekolah USB.
Adapun di Provinsi DKI Jakarta, program revitalisasi dilaksanakan pada 114 satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA dengan total anggaran Rp61 miliar. Penyaluran dana telah mencapai sekitar Rp48 miliar atau sekitar 78,7 persen.
Sebanyak 21 sekolah telah merampungkan pembangunan, sementara 46 sekolah lainnya masih berada pada progres pembangunan hingga 25 persen. Satu PAUD di antaranya merupakan pembangunan USB.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto mengatakan pentingnya penyediaan ruang belajar yang layak untuk mendukung proses pembelajaran.
“Ruang kelas yang aman dan nyaman adalah prasyarat pembelajaran efektif,” ungkapnya.
Sebagai informasi, sebanyak 35.769 satuan pendidikan telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada program Revitalisasi Satuan Pendidikan melalui tahapan reguler dan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) tahap satu.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.272 PAUD telah melakukan PKS dengan total anggaran lebih dari Rp7 triliun. Pada jenjang SD, sebanyak 11.529 sekolah juga telah melakukan PKS dengan total anggaran lebih dari Rp11 triliun.
Sementara itu, 4.878 SMP telah melakukan PKS dengan total anggaran lebih dari Rp5 triliun, dan pada jenjang SMA sebanyak 1.993 sekolah juga telah melakukan PKS dengan total anggaran lebih dari Rp2 triliun.
Selain memperbaiki gedung sekolah yang sudah ada, revitalisasi tahun 2026 juga telah melakukan PKS kepada 66 USB PAUD dengan anggaran lebih dari Rp86 miliar. Terakhir, PKS juga dilakukan kepada 28 USB SMA dengan total anggaran lebih dari Rp190 miliar. ONE








